Jumat, 16 Desember 2011

Roller Coaster



Pernahkah Anda bermain ke taman bermain? Di sana mungkin Anda menemukan permainan
semacam roller coaster. Pernahkah Anda menaikinya? Bagaimana rasanya? Pernahkah Anda berpikir bahwa roller coaster menerapkan konsep fisika?
Pada roller coaster, penumpang menaiki kendaraan yang tidak bermesin. Kendaraan ini dinaikkan ke puncak bukit pertama dengan menggunakan semacam ban berjalan (conveyor belt), seperti pegangan tangan pada tangga berjalan (eskalator). Lintasan naik ini dibuat tidak terlalu curam, karena makin curam lintasan, makin besar daya motor penggerak ban berjalannya (biaya yang dikeluarkan lebih mahal). Puncak bukit pertama dibuat lebih tinggi dari puncak bukit selanjutnya ataupun dari tinggi loop (lintasan berbentuk tetes air). Hal ini bertujuan agar kendaraan memiliki energi potensial yang cukup besar sehingga mampu melintasi seluruh lintasan dengan baik. Ketika meluncur dari bukit pertama, penumpang dilepas dan jatuh bebas dipercepat. Agar efek jatuh bebas ini dapat lebih dirasakan, lintasan
luncuran dibuat berbentuk seperti sebuah parabola (lintasan benda di bawah medan gravitasi). Gerakan turun dipercepat ini membuat jantung dan alat-alat tubuh sedikit terangkat dari tempatnya semula (inersia). Efek inersia inilah yang memberikan efek-efek tertentu seperti rasanya mau terbang, rasa mual, dan jantung berdesir. Memasuki loop, penumpang dihadapkan pada loop yang seperti tetes cair. Loop tidak dibuat seperti lingkaran penuh karena pada titik terendah loop yang berbentuk lingkaran penumpang akan mengalami bobot 6 kali bobot semula. Bobot sebesar ini membahayakan penumpang karena darah tidak mampu mengalir ke otak, mata berkunang-kunang, dan pingsan.
Di puncak loop, penumpang tidak akan jatuh karena gaya sentrifugal yang dirasakan mampu mengimbangi gaya berat akibat tarikan gravitasi bumi. Gaya sentrifugal juga dirasakan penumpang saat melintasi belokan belokan tajam yang dibuat sepanjang lintasan. Saat penumpang berbelok ke kanan, penumpang akan terlempar ke kiri. Sebaliknya, ketika roller coaster berbelok ke kiri, penumpang akan terlempar ke kanan. Penumpang akan terlempar lebih keras jika berpegang erat-erat pada batang pengaman. Oleh karena itu, penjaga taman hiburan biasanya menyarankan penumpang untuk membiarkan tangannya bebas sambil berteriak-teriak agar lebih nyaman.


(Dikutip seperlunya dari Fisika untuk Semua, Yohanes Surya, 2004)

4 komentar:

  1. Tidak hanya roller coaster, permainan Ontang Anting juga menggunakan prinsip fisika yang sama dengan roller coaster yaitu Gerak Melingkar. namun sering kita lihat pula bahwa roller coater tidak selalu berbentuk lingkaran bisa belok-belok tak beraturan. kita dapat merasakan adanya gaya sentrifugal pada roller coater saat bentuk lintasannya menyerupai lingkaran. karena gaya sentrifugal itu bagian dari gerak melingkar. gaya sentrifugal itu bisa diketahui saat kita bermain atau menaiki permainan itu. tubuh kita seolah terlempar ke luar lintasan sedangkan gaya sentripetal diketahui jika kita di luar lintasan artinya tidak perlu menaiki permainan itu. mungkin bisa ditambahkan dalam artikel itu prinsip apa saja yang terkandung dalam permainan Roller Coaster

    BalasHapus
  2. Memang menyenangkan naik roller coaster. Dengan bentuk relnya yang unik-unik dan mengerikan, tetapi bila sekali mencobanya pasti akan keingin lagi. Oh ya,, misalkan pas di rel yang bentuknya lingkaran, kereta roller coaster tidak jatuh itu disebabkan gaya sentifugal, kalo roller coasternya tidak bergerak secepat itu, apa gaya sentrifugalnya masih bisa bekerja. Aku juga mau bertanya permainan Ontang-Anting itu yang seperti apa ya ? Kok baru pernah dengar..

    BalasHapus
  3. Saya setuju dengan pernyataan mbak risa, menurut saya dalam permainan roller coaster, prinsip kerjanya bukan hanya gerak melingkar tetapi masih banyak prinsip kerjanya berdasarkan ilmu fisikanya, saya mohon penjelasannya yang lebih rinci lagi ya, terima kasih

    BalasHapus
  4. memang banyak sekali aplikasi dari ilmu fisika selain roller coaster, permainan lainnya adalah Swinging Boat atau Kora-kora. Permainan ini sengaja mengutamakan percepatan maksimum, akibat pergerakan Kora-kora bagaikan sebuah bandulan. Pada lintsan terbawah terdapat suatu ban yang mendorong Kora-kora selalu berayun dengan sempurna.

    Berbagai permainan lainnya adalah arena The Swing atau Ontang-anting, Bom-bon Car dan lain sebagainya selalu menggunakan konsep fisika. berbahagialah yang mempelajari fisika :)

    BalasHapus